<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Beguling's bali-site &#187; UPACARA</title>
	<atom:link href="http://beguling.wordpress.com/category/hindu/tatwa-susila-upacara/upacara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://beguling.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Aug 2009 09:59:20 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='beguling.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/3af5049dcf0abaca17169ff1d05cf746?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Beguling's bali-site &#187; UPACARA</title>
		<link>http://beguling.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://beguling.wordpress.com/osd.xml" title="Beguling&#8217;s bali-site" />
		<item>
		<title>TAHUN SAKA DAN NYEPI di DINDONESIA</title>
		<link>http://beguling.wordpress.com/2009/06/05/tahun-saka-dan-nyepi-di-dindonesia/</link>
		<comments>http://beguling.wordpress.com/2009/06/05/tahun-saka-dan-nyepi-di-dindonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 08:11:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beguling</dc:creator>
				<category><![CDATA[UPACARA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beguling.wordpress.com/2009/06/05/tahun-saka-dan-nyepi-di-dindonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Menurut agama Hindu, alam semesta ini pada mulanya adalah kosong, sunya, tiada ada yang ada. Maka tibalah suatu permulaan dari penciptaan, sebutir telur dala Hiranyagharba sakti merupakan beni pertama segala apa yang terciptakan, disebut Mahadivya, pada awal yuga yang pertama. Inilah cahaya Brahman, Mahatman pertama, kekal abadi, tiada terlukiskan, cemeralng memancar ke mana-mana, ke seluruh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beguling.wordpress.com&blog=4495614&post=33&subd=beguling&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Menurut agama Hindu, alam semesta ini pada mulanya adalah kosong, sunya, tiada ada yang ada. Maka tibalah suatu permulaan dari penciptaan, sebutir telur dala Hiranyagharba sakti merupakan beni pertama segala apa yang terciptakan, disebut Mahadivya, pada awal yuga yang pertama. Inilah cahaya Brahman, Mahatman pertama, kekal abadi, tiada terlukiskan, cemeralng memancar ke mana-mana, ke seluruh penjuru. Ini adalah asal mula paling halus alam benda jasmaniah dan alam bukan benda-benda rohaniah. Dari telur cahaya Brahman ini terlahir Pitamaha, satu-satunya makhluk disebut Prajapati<br />
Kemudian setealh Brahman, hyang Widhi ( Tuhan Yang Maha Esa ), tercipta sendiri cahaya suci wiwaswan ata sambhu. Demikianlah kemudian Brahman menciptakan sorga, ujjung sorga, planet, angksa, bulan, udara,  ether, air,bumi ; kemudian tahun, musim, sasih (bulan), paksha (tilem dan purnama ), siang dan malam. Demikianlah tercipta segala-galanya kecuali manusia. Wiwaswan atauSambhu sebagai personifikasi matahari menerima wahyu dari Brahman untuk menciptakan manusia pertama, yaitu Manu. Sambhu yang menerima wahyu dari Brahman, mengajarkan kepad mnusia ajaran –ajaran suci dalam bentuk Veda –Desa. Sesuai pesan Sambhu, Manu kemudia mengajarkn wahyu, yaitu isi kitab suci veda-veda kepada Iswaku  , undang – undang hukum hidup dalam alam semesta ini, agar alam semesta ini dapat dilestarikan dan tidak termusnahkan di kala yang mendatang.<br />
Kehidupan manusia mengalami  pasang surut kehidupan . Demi melindungi kebjukan dan menegakkan dharma Hyang Widhi, turun menjelma dalm wujud Sri Krishna sebgai yang diungkapkan oleh Bhagawadgita  :</p>
<p><em>Mana kala dharma hendak sirna<br />
Dan adharma hendak merajalela<br />
Saat itu, wahai keturunan Bharata<br />
Aku sendiri turun menjelma</em></p>
<p>Jadi untuk menyelamatkan manusia dari ahdarma Hyang Widhi turun ke dunia dalam wujud Sri Krishna (1000 STM), Mavira dan Sidharta Gautama ( abad ke-6 STM ), Aji Saka ( 78 TM ) dan sebagainya.<br />
Abad 1 tahun masehi merupakan jaman keemasan bagi umat Hindu di India. Jaman emilang ini dicatat dengan lahirnya Kanishka I dari keturunan dinasti Kushana, masyur karena sikap toleransinya yan gterlahir dari kebangkitan umat beragama, baik itu agama Budha, agama Hindu sekta Siva, sekta Visnu, Tantri, Tirtha dan sebagainya. Misi kebangkitan ini berkembang sangat luas bahkan sampai di Indonesia.<br />
Misi – misi keagamaan mengadakan perjalanan ke mancanegara menyebarkan ajaran – ajaran suci sesuai jaman kebangkitan dan toleransi beragama ini. Demiianlah seorang  pandita Saka gelar Asi Saka menyebarkan kebangkitan dan toleransi beragama dan mengadakan ekspedisi ke Indonesia meuju jawa mendarat di Desa Waru , Rembang di daerah jawa Tengah. Hal ini mendpat gayung sambutan meriah diman agama Hindu telah tersebar luas. Begitu besarnya antusiasme tersebut, sampai tersermin dalam ungkapan karya Empu Tantular : “Bhineka Tunggal Ika Tan Ana Dharma Mangrwa”. Kehadiran pendita Saka gelarAji Saka yang teramat penting dan tidak dapat dilewatkan.<br />
Pendita Saka gelar Aji Saka ii adalah keturuan bangsa Saka dari Kshatrapa Gujarat, Barat laut India, tiba di Indonesia 456 masehi, tatkala di Indonesia berkus Maharaja di Raja Skanda Gupta dari dinasti Gupta Yang Agung yang menaklukan dinasti Kushana  dan mengenyahkan merak dai India.<br />
Berkat ketekunan dan keuletan Pendita Saka Gelar Aji Saka yang menyebarkan doktrin kebangkitan dan toleransi beragama, yan dirintis oleh maharaja di Raj Kanishka I hamper 400 tahun sebelumnya, yaitu 78 masehi di India, aka dotrin ini tetap berkembang hingga kini. Makin hari makin subur. Demiianlah hari tanggal 1 bulan 1 tahun 1 saka yang jatuh pada tahun 78 masehi diperingati dan dirayakan oleh umat Hindu yang mengagungkan kebangkitan dan toleransi beragama sebagai Hari Raya Nyepi.<br />
Bagi umat Hindu megagungkan Hari Raya Nyepi merupakan kebutuhan mutlak untuk meningkatkan iwa spiritual pribadi masng-masing. Merayakan  Hari Raya Nyepi bertujuan untuk memprlus jaringan persaudaraan hakiki antar umat manusia dengan jalan menumbuhkan kepribadian utuh dalam diri manusia, rasa tanggung jawab serta toleransi.</p>
<p><em>Diringkas oleh : I Wayan Sudharmika<br />
</em></p>
<p><em>Sumber	: Nyoman S. Pendit, NYEPI Hari Kebangkitan dan Toleransi, penerbit : Yayasan Merta Sari 1984. </em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beguling.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beguling.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beguling.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beguling.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beguling.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beguling.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beguling.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beguling.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beguling.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beguling.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beguling.wordpress.com&blog=4495614&post=33&subd=beguling&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beguling.wordpress.com/2009/06/05/tahun-saka-dan-nyepi-di-dindonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">beguling</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RENTETAN HARI RAYA NYEPI</title>
		<link>http://beguling.wordpress.com/2009/06/05/rentetan-hari-raya-nyepi/</link>
		<comments>http://beguling.wordpress.com/2009/06/05/rentetan-hari-raya-nyepi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 05:52:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beguling</dc:creator>
				<category><![CDATA[UPACARA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beguling.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Dalam menyambut hari raya Nyepi, umat Hindu melaksanakan serangkaian upacara/upakara. Tujuan hakiki rangkaian upacara / upakara ini adalah memarisudha bumi, menjadikan alam semesta ini bersih, serasi, selaras dan seimbang. Bebas dari kebatilan, malapetaka, kekacauan sehingga umat manusia sejahtera, terbebas dari penidasan, kebodohan dan kemiskinan.
Adapun rangkaian upacara/upakara ini antara lain :
1. Mekiis, Melis, Melasti 
Mekiis atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beguling.wordpress.com&blog=4495614&post=25&subd=beguling&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Dalam menyambut hari raya Nyepi, umat Hindu melaksanakan serangkaian upacara/upakara. Tujuan hakiki rangkaian upacara / upakara ini adalah memarisudha bumi, menjadikan alam semesta ini bersih, serasi, selaras dan seimbang. Bebas dari kebatilan, malapetaka, kekacauan sehingga umat manusia sejahtera, terbebas dari penidasan, kebodohan dan kemiskinan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Adapun rangkaian upacara/upakara ini antara lain :</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Mekiis, Melis, Melasti </span></strong></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Mekiis</span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> atau <strong>Melasti</strong> dilakukan dua hari sebeum Hari Raya Nyepi. Upacaranya adalah melakukan bersibersih pensucian segala srana dan prasarana perangkat alat-alat yang dipergunakan dalam rangka persembahyangan dan meditasi. Ini disebut upacara Pembersih. Dengan jalan mengarak bramai-ramai sarana dan prasarana tersebut ke laut.bagi umat Hindu , laut merupakan perlambang permbersihan<span> </span>semua kekotoran dimana Hyang Widhi berwujud Varuna (Baruna).<span> </span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Tawur Kesanga, Tawur Agung, Mecaru</span></strong></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Tawur kesanga</span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> atau <strong>Tawur Agung</strong> atau <strong>mecaru</strong> dilakukan sehari sebelum Hari Raya Nyepi. Adapu upakaranya bertahap sesuai dengan tingkat klasifikasinya<span> </span>: untuk Negara, wilayah atau desa, banjar dan di masing-masing rumah tangga yang disebut dengan <strong>Bhuta yadnya</strong>. </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">selanjutnya di sore harinya disusul dengan pengrupuk atau mabuu – buu, yaitu pembersihan total di Negara, desa, banjar, atau rumah-rumah.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Tawur kesanga, Tawur Agung atau Mecaru adalah korban suci yang khusus yang diperuntukkan bagi para bhutakala yang menbulkan penyakit, malapetaka, kematian, dan lain sebagaiya, agar bhutakala ini tidak menganggu kelestarian alam, supaya hidup berdampingan selaras, serasi,<span> </span>dan seimbang.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Senja harinya tersebut dilaksanakan pengrupuk dan mebuu-buu, yaitu denan membunyikan bunyi-bunyian apa saja agar riuh ramai, dimaksudkan agar para bhutakala pergi jauh dari banjar atau desa. Untuk yang masih bersembunyi di tempat sempit, disemprot dengan mesui. Setelah selesai, segala perlengkapan yang digunak tadi baik itu obor, kaleng (bunyi-bunyian yang dipakai ) dan yang lainnya di buang / dilebar. Usai pengrupukan dan mabuu-buu, seluruh anggota keluarga bersembahyang untuk memohon kesucian dalam diri.<span> </span><span> </span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Nyepi, Sipeng</span></strong></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Nyepi atau Sipeng dilakukan tepat pada hari tanggal 1 bulan 1 tahun saka yang jatuh setelah tilem ( bulan mati ) sasih kesanga, dengan jalan </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">amati geni<span> </span>: tidak berapi-api</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span> </span>amati karya<span> </span>: tidak bekerja</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">amati lelungan<span> </span>: tidak bepergian</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span> </span>amati lelangunan.<span> </span>: tidak bersnang-senang</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Cambria;"> </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">dan sebagai titik puncaknya, umat diwajibkan melaksanakan tapa brata, puasa, bersemadi, mengosngkan pikiran, menyatukan jiwa menuggal dengan Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa . <strong>Nang – ning – nung – neng – nong</strong>, yaitu : tenang, hening, merenung, meneng (diam), dan kosong.<span> </span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span> </span></span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Ngembak Geni</span></strong></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Ngembak geni dilakuan sehari setelah Hari Raya Nyepi dimana umat kembali menjalankan tugas dan kewajiban sehari-hari sebagaimana biasaya. Mulai hari ini umat dapt melakukan sima krama atau / dan dharmasanti satu sama lain.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Ini dilaksanakan sebagai rangkaian terakhir upacara / upakara Hari Raya Nyepi dengan bersembahyang dan berdoa dini hari sebelum ayam berkokok, seperti yang diajarkan dalam Bhagawadgita <span> </span>:</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span> </span>Berlindunglah engkau pada Hyang widhi dengan seluruh jiwamu</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"><span> </span>Dan dengan restu-Nya engkau akan mencapai kedamaian tertinggi kekal abdi.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Kemudian, pada waktu siang hari pergi ke tetangga dan sanak sudra untuk melakukan simakrama atau / dan dharmasanti, yaitu ajang bersama saling bertemu, mendoakan keselamatan masing – amsing serta saing memafkan.</span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="ListParagraphCxSpLast" style="margin-left:37.5pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Sumber<span> </span>: Nyoman S. Pendit, NYEPI Hari Kebangkitan dan Toleransi, penerbit : Yayasan Merta Sari 1984.<span> </span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beguling.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beguling.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beguling.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beguling.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beguling.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beguling.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beguling.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beguling.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beguling.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beguling.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beguling.wordpress.com&blog=4495614&post=25&subd=beguling&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beguling.wordpress.com/2009/06/05/rentetan-hari-raya-nyepi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">beguling</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>